Warga Perbatasan Gorontalo-Sulteng Berhamburan Akibat Gempa

warga mengaku getaran gempa tersa cukup kencang dan lama.

REPUBLIKA.CO.ID, GORONTALO — Sejumlah warga di Marisa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, yang merupakan wilayah terdekat dengan Sulawesi Tengah, berhamburan ke jalan akibat gempa Donggala 7,7 pada skala richter (SR), Jumat (28/9). Pantauan di Gorontalo, belasan warga yang menginap di penginapan dan yang berada di sejumlah toko berlarian ke jalan raya.

Salah seorang warga yang menginap di Hotel Irene, Sumitro mengatakan saat gempa terjadi ia langsung keluar kamar dan menuju jalan raya. “Gempanya sangat terasa dan cukup lama, saat di jalan raya tiang listrik dan lampu bergoyang cukup kencang,” ujarnya.

Menurutnya, walaupun pusat gempa berada di Donggala Sulawesi Tengah, namun sangat terasa di Pohuwato karena berada jaraknya yang tidak terlalu jauh. Sesuai informasi yang dirilis BMKG adanya gempa dengan Magnitude 7.7, pada 17:02:44 waktu Indonesia bagian tengah (WITA).

Lokasi sekitar 0.18 LS, 119.85 BT (27 km TimurLaut DONGGALA-SULTENG), Kedalaman sekitar 10 Km, bahkan Potensi tsunami guna diteruskan ke warga. BMKG mencatat gempa yang terjadi di Donggala, Sulawesi Tengah pukul 18:14:25 Wita dengan kekuatan sebesar 6,1 Skala Richter (SR). Pusat gempa terjadi pada 0,09 Lintang Utara dan 119,94 Bujur Timur atau 58 km Timur Laut Dongala, Sulawesi Tengah dengan kedalaman 10 kilometer.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, gempa di kedalaaman 10 km barat laut Donggala itu berpotensi memicu tsunami. Namun pada Jumat (28/9) pukul 17.36 WIB, BMKG menyatakan, peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa 7,7 SR itu dinyatakan telah berakhir.



Source link