Tiba di Makassar, Korban Gempa Palu Menangis Bertemu Keluarga

6fc9830f c062 4b04 9513 a508ca9cb14c 169 - Tiba di Makassar, Korban Gempa Palu Menangis Bertemu Keluarga





Maros
Korban gempa Palu, Sulawesi Tengah tiba di Makassar setelah dievakuasi menggunakan pesawat Hercules dan CN milik TNI Angkatan Udara sejak kemarin. Para korban mengaku masih trauma.

Saat tiba di Lanud Hasanuddin, mereka yang mengaku trauma tak kuasa menahan tangis saat bertemu dengan pihak keluarga yang sudah menunggu kepulangan mereka sejak kemarin. Beberapa di antara mereka, pun harus terpisah dengan keluarga lainnya karena tim evakuasi memprioritaskan perempuan dan anak-anak.

“Jelas kami semua trauma karena di sana itu sangat parah. Untungnya saya ini bisa selamat dan bisa keluar dari Palu yang sampai saat ini masih sering terjadi gempa kecil-kecil. Tapi saya masih khawatir karena suami saya masih di sana. Mereka prioritaskan perempuan dan anak-anak duluan,” kata seorang korban, Fitri, Minggu (30/9/2018).



Selain bekerja di Palu, kebanyakan korban gempa sengaja datang ke Palu guna memperingati Hari Ulang Tahun kota Palu. Usai terjadi gempa dan tsunami, warga pendatang ini lalu menuju Bandara SIS Aljufri untuk berusaha keluar dari Palu. Hanya saja, gempa yang juga memporakporandakan bandara membuat mereka tertahan dan hanya berharap bisa diangkut menggunakan pesawat TNI AU.

“Kalau saya ditugaskan dari kantor bekerja di sana. Tapi banyak juga korban lain yang sebetulnya datang untuk ikut acara HUT Palu. Usai gempa dan tsunami, kami langsung ke Bandara berharap bisa segera keluar, tapi ternyata bandara juga ditutup. Kami baru bisa keluar setelah ada hercules,” lanjutnya.

Korban yang mengalami luka serius akibat gempa langsung dibawa ke beberapa rumah sakit di Makassar. Sementara, korban lain yang berasal dari luar Sulawesi Selatan, kebanyakan ditampung di Asrama Haji Sudiang Makassar sambil menunggu jadwal penerbangan ke daerah asal mereka.

Sejak kemarin, tiga jenis pesawat milik TNI AU bolak balik dari Lanud Hasanuddin menuju Palu membawa bantuan dan relawan. Rencananya, satu pesawat militer akan didatangkan untuk melayani penerbangan dari dan menuju Palu di Lanud Hasanuddin mulai Senin, (1/10/2018) pagi.

“Hari ini ada tiga jenis pesawat yang bolak-balik dari sini ke Palu. Pesawat ini rata-rata tiga kali bolak-balik. Rencananya, besok ada penambahan satu pesawat lagi, untuk mempercepat jalur distibusi bantuan dan juga relawan serta evakuasi korban dari Palu,” kata Kepala Penerangan Lanud Hasanuddin, Mayor Henny Purwani.

(gbr/gbr)



Source link