PDIP Amati Gaya Politik Adu Domba Pada Pilpres 2019

5baa44073f202 wakil sekjen pdip ahmad basarah bersama caleg di museum kebangkitan nasional 665 374 - PDIP Amati Gaya Politik Adu Domba Pada Pilpres 2019

VIVA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mengingatkan kembali gaya politik adu domba yang belakangan mulai muncul di masyarakat pada pelaksanaan pemilu 2019. Adu domba itu kini beralih dengan memanfaatkan teknologi dengan menyebarkan fitnah, hoax dan ujaran kebencian di media sosial.

“Maka situasi menjelang pileg, pilpres, politik adu domba, hoax, fitnah dan sebagainya, bagi saya reproduksi devide et impera (politik pecah belah) gaya baru. Yang intinya adalah mengadu domba,” kata Wakil Sekjen PDIP Ahmad Basarah usai menemani para calon legsilatif PDIP berkunjung atau ‘Field Trip’ ke Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, Selasa 25 September 2018.

Dia mengajak para caleg PDIP dari latar belakang artis, setidaknya mereka akan dibekali pemahaman bahwa cara bersosialisasi ke masyarakat dengan membawa pesan persatuan, bukan perpecahan.

Basarah yang juga Wakil Ketua MPR ini mengatakan, banyak pesan postif yang bisa disampaikan ke publik selain peristiwa tentang konflik masa lalu.

“Ada pelajaran sejarah yang dipetik, persatuan nasional menjadi kata kunci. Kalau kita mau diadu domba maka kehancuran bangsalah yang akan terjadi seperti dulu saat Belanda menjajah 350 tahun yang lalu,” katanya.

Caleg artis

Sejumlah calon legislatif dari PDIP menyambangi Museum Kebangkitan Nasional di Jalan Abdur Rahman Saleh, Jakarta, Selasa, 25 September 2018. Mereka yang ikut dalam kegiatan ini adalah dari kalangan selebriti. Mereka kelilingi gedung bersejarah yang dulunya bernama Gedung Stovia.

Sejumlah kader PDIP yang hadir adalah Krisdayanti, Lita Zein, Iis Sugianto, Chica Koeswoyo, Kirana Larasati dan juga Wakil Sekjen PDI Perjuangan Ahmad Basarah sebagai penggagas acara. Dalam acara Field Trip ini, pada kader diajak ke empat ruangan yang juga dijelaskan oleh Sejarawan Bonnie Triyana.

Dalam kesempatan ini, Krisdayanti mengakui menangkap pentingnya acara kunjungan ke museum sebagai pengingat sejarah perjuangan. Menurutnya, ini bagian dari kegiatan kurikulum partainya kepada kader-kader baru.

Sementara itu aktris peran, Kirana Larasti, melihat ‘field trip’ ke tempat bersejarah menjadi bekal baginya sebagai caleg yang terjun ke politik praktis. Menurutnya, pemahaman sejarah perlu bagi caleg – caleg baru sepertinya apalagi yang berasal dari kalangan aktris.

“Jadi kita tidak termakan dengan berita- berita buatan zaman sekarang dengan oknum yang punya kepentingan pribadi, mereka membuat kebohongan sejarah,” kata Kirana.

Source link