Netanyahu: Israel akan Lanjutkan Serangan di Suriah

Rusia akan memasok sistem rudal ke Suriah.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Selasa (25/9) mengatakan Israel akan melanjutkan operasi militernya di Suriah.  Pengumuman itu disampaikan Netanyahu setelah Rusia berencana memasok rudal S-300 ke Suriah.

“Kami akan terus bertindak untuk mencegah masuknya militer Iran di Suriah dan kami akan melanjutkan koordinasi militer antara IDF (Pasukan Pertahanan Israel) dan tentara Rusia,” kata Netanyahu di New York.

Rusia mengatakan pada Senin bahwa ia akan memasok sistem rudal permukaan-ke-udara S-300 ke Suriah dalam dua pekan, meskipun ada penolakan dari Israel.

Rusia mengatakan Suriah menembak pesawat pengintai IL-20 karena kesalahan sesaat setelah jet Israel mengenai sasaran terdekat. Rusia menyalahkan Israel karena menciptakan kondisi berbahaya yang menyebabkan kecelakaan itu. Israel telah lama melobi Moskow untuk tidak memberikan S-300 ke Suriah.

Netanyahu berbicara melalui telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada  Senin. Dalam pidatonya pada  Selasa, Netanyahu mengatakan dia dan Putin telah sepakat bahwa tim kerja dari IDF dan tentara Rusia akan segera bertemu.

Netanyahu membuat pernyataan setelah kabinet keamanannya membahas ketegangan dengan Moskow. “Selama tiga tahun terakhir, Israel telah sangat berhasil dalam mencegah pertahanan militer Iran di Suriah dan upaya Iran untuk mentransfer senjata mematikan ke Hizbullah di Lebanon,” kata Netanyahu.

Namun dia mengatakan ada hal-hal yang tidak berjalan lancar. Israel telah lama melobi Moskow untuk tidak memberikan S-300 ke Suriah. Israel khawatir hal itu akan menghambat kemampuan pertahanan udaranya untuk menyerang pasukan Iran dan sekutu Hizbullah di Suriah.

Baca: Suriah akan Tempuh Semua Cara untuk Rebut Idlib



Source link