Kepulauan kei tawarkan embal hingga wisata pantai

Ada yang berani makan makanan beracun? Orang biasanya akan menghindari makanan yang beracun, akan tetapi di Maluku Tenggara malah menjadi makanan pokok.

Namanya embal, berupa makanan yang diolah dari bahan dasar berupa singkong beracun yang mengandung sianida. Masyarakat setempat menamakannya kasbi.

Embal merupakan pati kasbi yang proses pembuatannya hampir sama seperti membuat sagu. Bahkan, di Maluku Tenggara juga disebut sagu kasbi.

Singkong dikupas terlebih dahulu lalu dicuci hingga bersih. Setelah itu, singkong atau kasbi di parut. Hasil parutan ditampung dalam karung lalu karung diperas. Proses pemerasan ini yang akan menghilangkan racun kasbi.

Hasil perasan dibiarkan semalaman hingga terpisah antara air dengan endapannya. Endapan inilah yang menjadi tepung yang diproses menjadi embal.

Embal dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan, seperti embal bubuhuk, yaitu campuran embal dengan kelapa yang melalui proses pembakaran.

Embal bubuhuk tidak memiliki rasa. Biasanya dimakan dengan ikan kuah kuning, masakan ikan berkuah dengan cita rasa asam yang segar, embal menjadi pengganti nasi.

Kenny, salah seorang warga setempat, mengatakan embal menjadi makanan pokok selain nasi bagi masyarakat di Maluku Tenggara.

Nikmatnya embal dipadu kuah kuning dan ikan yang masih segar dan olahan sayuran khas masyarakat setempat semakin menambah selera makan. Bahkan, ada anekdot bahwa mama mertua lewat tidak terlihat saking nikmatnya menyantap embal.

Selain embal bubuhuk, tepung embal juga dijadikan tepung pelapis pisang goreng. Yang membedakan pisang goreng embal dengan pisang goreng biasa yang menggunakan tepung terigu, pisang goreng embal akan tetap garing meski sudah dingin.

Selain itu banyak lagi olahan embal, seperti embal goreng dan embal kacang yang manis. Akan tetapi, yang paling umum diolah adalah embal love karena berbentuk hati yang sering menjadi teman minum teh atau kopi.

Memilih

Orang-orang di Maluku Tenggara seperti orang Kei lebih memilih makan embal dari pada nasi karena lebih mengenyangkan.

Menurut Kenny, embal lebih mengenyangkan dibandingkan dengan nasi, karena saat embal di perut akan mengembang, terutama setelah minum.

Selain itu, kasbi juga banyak ditanam di daerah kepulauan tersebut dan pada saat musim panen yang sangat banyak. Aneka olahan dari embal bisa bertahan lama, hingga bertahun-tahun, yaitu embal goreng dan bahkan tidak akan terkena jamur.

Berdasarkan laman informasi pangan, sejarah embal di Maluku Tenggara, singkong merupakan komoditas utama yang ditanam pada awal musim hujan.

Jenis makanan ini sangat cocok sebagai bahan pangan saat musim paceklik karena memiliki daya simpan lama, hingga 1-2 tahun, apabila disimpan dalam kondisi yang baik dan kering.

Menurut sejarah, masyarakat Maluku pada awalnya menanam sagu sebagai makanan pokok. Namun, persediaan sagu yang berkurang di pasaran pada era 1970-an membuat banyak petani beralih membuka ladang singkong sejak akhir 1970-an hingga 1980-an.

Lambat laun, tanaman ini menjadi favorit di mata masyarakat. Menurut Ellen (Modern Crises and Traditional Strategies: Local Ecological Knowledge in Island Southeast Asia. Berghahn Books. England/2007) embal yang terbuat dari singkong merupakan “kembaran” dari makanan dengan bahan baku sagu yang dinamakan sagu lempeng.

Selain embal yang menjadi makanan khas, bahkan saat ini menjadi buah tangan bagi wisatawan yang berkunjung, banyak lagi makanan setempat yang menggugah selera.

Seperti olahan rumput laut yang dinamakan lat. Lat serupa urap, akan tetapi dengan bahan utama rumput laut yang memang banyak tumbuh di kepulauan itu.

Cita rasa lat yang segar karena diolah tanpa dimasak terlebih dahulu dipadu dengan kelapa parut yang diberi bumbu berasa pedas dan gurih, akan mampu menggoyang lidah.

Jangan Ditanya

Kepulauan Kei mungkin belum seterkenal Bali, akan tetapi potensi wisata baharinya jangan ditanya.

Laut berwarna biru dan toska yang jernih, beragam jenis ikan, pantai berpasir putih dan lainnya, pasti mengundang siapa pun pecinta alam bebas untuk berkunjung.

Bahkan, disebutkan bahwa pasir paling halus kedua di dunia setelah Hawaii ada di Pantai Ngurbloat atau lebih dikenal oleh warga Kota Tual dengan sebutan Pantai Pasir Panjang, terletak di Desa Ngilngof di bagian barat Pulau Kei Kecil.

Pasir putihnya yang membentang sekitar lima kilometer, ribuan pohon kelapa yang terhampar di pinggir pantai, air laut yang jernih membiru dan ombak yang tenang, akan membuat pengunjung betah berlama-lama ditempat ini.

Masih banyak lagi objek wisata bahari di Kepulauan Kei yang mulai naik daun sejak 2017, seperti Pantai Ngur Sarnadan, Ohoi Lilir, Ohoi Ngilngof, Pasir Timbul Ngurtavur, Pulau Bair, dan aneka destinasi lain.

Indonesia itu luas dan kaya, jangan hanya terpaku di satu tempat tanpa meluaskan mata. Lihatlah di timur Indonesia, banyak “surga” tersembunyi yang menunggu untuk dinikmati.*

Baca juga: Bupati Maluku Tenggara melacak leluhur Suku Kei di Buleleng

Baca juga: Menikmati pesona sepotong surga di Maluku Tenggara

 

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018



Source link