Alat Deteksi Dini Tsunami Hilang, BMKG: Ada Orang Lakukan Vandal

ff3bcf01 5c99 47d7 9cb3 28c86c72e7c4 169 - Alat Deteksi Dini Tsunami Hilang, BMKG: Ada Orang Lakukan Vandal





Jakarta

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan alat deteksi dini tsunami, yakni buoy di Sulawesi Tengah hilang dicuri. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisik (BMKG) mengatakan beberapa orang memang sengaja merusak alat-alat yang berhubungan dengan pengukuran dan deteksi bencana.

“(Kewenangan) BPPT. Tapi bukan hanya buoy, beberapa oknum kita serang vandalisme. Mereka berharap ambulan keuntungan sedikit. Sensor kita, padahal itu sangat penting, ada juga yang dirusak,” kata Kabid Mitigasi Gempa dan Tsunami, Tiar Prasetya, saat dihubungi senin (01/8/2018).

Pemerintah Indonesia pernah memasang beberapa buoy pasca tsunami di Aceh tahun 2004. Namun, alat tersebut tudak berfungsi lagi sudah cukup lama.


“Buoy itu yang operasikan BPPT, yang kita butuhkan itu datanya. Tapi pasti buoy rusak kitak tidak jalan. Boy itu kan untuk validitasi, kalau buoy tidak ada kita nunggu secara visual,” ucap Tiar.

Selain itu, Tiar pun mengkritisi kultur masyarakat Indonesia dalam menghadapi bencana. Indonesia dinilai kurang siap menghadapi bencana yang sudah rutin ada di Indonesia.

“Percuma dipasang alat canggih, jika masyarakat nggak sadar kepentingan negara, dirusak,” kata Tiar.

Tiar mencontohkan tindakan masyarakat Indonesia menghadapi kewawanan dan siklus bencana. Kultur seperti itulah yang patut diubah oleh seluruh masyarakat Indonesia.

“Kita harus bentuk kultur itu, ciptakan masyarakat aware terhadap bencana. Bencana itu kan siklus, bencana itu terus terjadi. Sekarang terjai bencana setalah itu ada siklus seteah bencana, setelah itu persiapan lagi untuk bencana. Kebiasaan kita, bencana kaget responsif, setelah bencana reaktif, setelah itu lupa,” kata Tiar.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan adanya pencurian terhadap alat-alat pendeteksi gempa dan tsunami milik BMKG. Alat yang disebut buoy itu dicuri oleh orang-orang tidak bertanggung jawab.

Luhut mencontohkan, misalnya di Palu dan Aceh, alat-alat pendeteksi bencana tersebut tak luput dari pencurian oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. Luhut menyampaikan hal tersebut terkait kejadian gempa dan tsunami di Palu pada Jumat (28/9).

“Kita ingatkan masyarakat, tolong jangan buoy-buoy itu dicuri. Jadi banyak itu di Aceh maupun di Palu sehingga early warning (peringatan dini) itu jadi bisa terlambat sampainya,” kata Luhut di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (1/10).

(aik/jor)



Source link